Banjir Lageee…!
In the spirit of being different, I’d like to thank people instead of whining.
Terima kasih pada bos-bos ku sayang yang telah memperbolehkan karyawannya yang imut ini pulang lebih awal kemarin (Jumat, 1 Februari 2008) ketika Jakarta dilanda hujan deras seharian penuh yang mengakibatkan terjadinya banjir (lagi).
Terima kasih pada bus patas AC 73 yang dengan gagah berani menerjang genangan air setinggi 100 cm di pertigaan Srengseng 609 (sampai sekarang ini gw masi gak tau tu pertigaan benernya bernama apaan, sori ye…)
Setelah gw diturunin dengan tidak hormat oleh pengemudi AC 35 yang sama sekali tidak bertanggung jawab, gw bersyukur banget masi ada pengemudi bus yang mau melaksanakan tugas dan membawa penumpang sampai tujuan (atau setidaknya berusaha sekuat tenaga.)
Berkat bus 73 itu juga lah, gw jam 7an gitu udah nyampe di Puri Beta yang sayangnya terendam lumayan dalam. Hebatnya tu bus masi menunggu dengan setia, sempat menginformasikan ke penumpang kalo dia pasti terus nyampe Ciledug walopun jalannya jam berapa, dia juga nggak pasti.
Terima kasih pada orang-orang manis di truk di depan kompleks Puri Beta yang berusaha membantu gw naik (tapi gagal karena gw sudah tak selincah dulu lagi, hahaha…)
Terima kasih pada pengemudi becak yang menyeberangkan gw di depan kompleks Puri Beta, pengemudi odong-odong yang membantu gw dan segerombolan ibu-ibu Ciledug Ceria menyeberang di depan Radio Mersi. (Akhirnya kesampean juga mimpi pengen naik odong-odong, hahaha!)
Terima kasih pada tukang ojek yang akhirnya mengantarkan gw selamat sampe ke kos-kosan. Terima kasih tetap memasang tarif reguler di saat orang bisa saja memanfaatkan kesempatan.
Dan terima kasih Tuhan, kos-kosan ku biar jelek tapi kering dan gw bisa tidur nyenyak setelah menyeberang Jakarta dalam banjir!